Riau24jam.com – Kalau sudah bicara soal usia atau umur, setiap orang akan bertambah setiap tahunnya. Hanya saja, setiap pertambahan usia, tidak semua orang punya pola pikir dewasa. Kedewasaan dalam pola pikir bisa terjadi atas pengaruh beberapa faktor.
Seperti misalnya pengalaman masa lalu, atau memang karakter yang dimiliki seseorang. Bahkan, lingkungan pun ternyata juga bisa mempengaruhi kedewasaan pola pikir seseorang tersebut.
Pada dasarnya, seseorang dikatakan punya kedewasaan pola pikir adalah yang mampu mempertimbangkan segala hal yang datang padanya.
Dewasa bukan soal usia, namun bagaimana kita menyikapi segala hal yang terjadi di sekitar kita. Bila kita bingung, memutuskan apakah sudah punya kedewasaan pola pikir atau belum sebetulnya ada tanda-tandanya.
Biasanya, makin dewasa konsep pola pikir seseorang maka akan makin disukai oleh orang-orang disekitarnya.
Menghargai Perbedaan. Semakin banyak pengalaman hidup yang dirasakan, biasanya orang akan makin paham, bila tidak semua orang itu sama.
Setiap orang pasti punya bagian yang berbeda dengan orang lain. Seseorang yang belum punya kedewasaan cara berpikir, akan selalu menyalahkan orang lain yang tidak sependapat dengannya.
Sedangkan orang yang punya kedewasaan pola pikir justru akan lebih mudah menghargai perbedaan.
Tidak boleh memaksakan kehendak orang lain harus sama dengan pemikiran diri sendiri. Setiap orang pasti punya perbedaan. Perbedaan dianggap sebagai salah satu hal yang wajar.
Tidak lagi menghakimi atau menyalahkan orang lain. Apakah kita sudah mulai berhenti menghakimi dan menyalahkan orang lain? Jika memang begitu, bisa jadi kita memang sudah punya kedewasaan cara berpikir.
Biasanya orang seperti ini sudah mulai menyadari jika tidak ada satu orang pun di dunia ini yang terlahir sempurna. Ketahuilah terlalu sering menghakimi orang lain bisa membuat hidup tidak bahagia.
Kita harus tahu jika ketenangan hidup hanya bisa didapatkan saat kita berhasil menerima kekurangan dan kelebihan orang lain.
Perbanyak mendengarkan dan lebih sedikit bicara. Pernah menyadari maksud Tuhan memberikan manusia dua telinga dan satu mulut? Itu disebabkan karena manusia diciptakan untuk lebih banyak mendengar daripada bicara.
Saat kita paham dengan konsep tersebut, bisa dikatakan punya pola pikir yang dewasa. Bertindak seperti itu juga membuat kita menjadi manusia yang berkualitas.
Mengapa orang seperti itu dianggap berkualitas? Tentu saja, karena lebih banyak mendengar, jadi punya banyak literasi. Semua yang dikatakannya pasti punya bukti substansial, bukan hanya sekedar basa-basi belaka.
Orang yang lebih suka mendengar juga dianggap sebagai pribadi serius. Punya kepercayaan diri lebih tinggi daripada orang lain.
Punya pikiran terbuka jadi tanda kedewasaan. Ketika kita sudah mulai berpikir terbuka, bisa jadi sudah punya pola pikir dewasa. Kita sudah mulai meninggalkan cara berpikir tertutup.
Mulai membuka diri, jika ada orang lain yang menganggap jika pemikiran yang selama ini kita pegang adalah salah.
Mengakui kesalahan yang kita lakukan juga merupakan tanda-tanda sudah punya pikiran dewasa. Belajar jika pendapat orang lain pun dapat dipakai untuk perbaikan diri.
Bukan terus berkeyakinan hanya pikiran sendiri yang dianggap benar. Semua opini dari orang lain masih dianggap tidak sesuai. Jika itu yang kita lakukan, artinya kita belum punya pikiran dewasa.










Kolom Komentar post