DURI, RIAU24JAM.COM – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di dalam gubuk, Senin (7/3) malam.
Gubuk itu berada di Jalan Lintas Duri-Dumai Km 10, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Pria itu diketahui bernama Selamat (56), keseharian korban bekerja sebagai tukang sol sepatu.
Kapolsek Mandau, Kompol Indra Lukman Prabowo, SH, SIK melalui Kanit Reskrim Polsek Mandau AKP Firman SH membenarkan adanya penemuan mayat tersebut kepada Riau24jam.com.
AKP Firman SH menjelaskan, Selamat pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh masyarakat sekitar. Masyarakat itu, Rasyid (21), Kasturi (51), Hamzah (41) dan Hengki Silitonga (43) warga sekitar.
“Menurut keterangan masyarakat, Minggu (6/3) korban diketahui mengalami sakit demam, yang mana masyarakat sekitar memberikan makanan dan obat kepada korban,” jelas Firman.
Kemudian pada Senin (7/3) masyarakat sekitar tidak melihat korban beraktifitas di gubuk/pondoknya tersebut. Dan pondok Sol Sepatunya dalam keadaan tertutup.
Lanjut AKP Firman, Sekira pukul 20.00 WIB Rasyid berinisiatif mengantarkan makanan kepada korban, namun Rasyid tidak melihat korban dibagian depan Gubuk. Selanjutnya Rasyid berjalan kearah belakang Gubuk, dan melihat korban dalam keadaan tertelungkup dibagian belakang Gubuknya.
Merasa ada yang aneh, Rasyid memberitahukan kepada Kasturi dan Hamzah, kemudian mereka bersama-sama melihat korban. Dan diketahui korban sudah tidak bernyawa.
“Lalu, Ketiga masyarakat tersebut berinisiatif mengangkat korban dan membawa korban lalu meletakkan korban ke bagian depan Gubuk. Kemudian, Kasturi menghubungi Hengki Silitonga dan melaporkan kepada pihak Kepolisian,” bebernya.
Sekira pukul 21.30 WIB piket Polsek Mandau yang dipimpin oleh Kapolsek Mandau Kompol Indra Lukman Prabowo didampingi Kanit Reskrim AKP Firman, SH, Kanit Samapta IPTU Zulkifli dan Piket Pawas IPDA Raditya W.A.P, S.T.Rk mendatangi TKP.
Pihak kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Dan selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD Kecamatan Mandau dengan menggunakan ambulance Desa Sebangar.
Setibanya di RSUD Mandau, dilakukan Visum terhadap korban oleh Team RSUD Mandau yang dipimpin oleh dr. Saleh Wahyudi.
Adapun hasil Visum tidak ditemukan tanda-tanda trauma/kekerasan pada tubuh korban, perkiraan kematian korban diatas 12 jam, mayat korban mengeluarkan air seni dan feses, hal ini disebabkan diduga karena penyakit. Dibagian punggung korban terdapat bekas luka bakar, diperkirakan luka bakar sudah 4 tahun yang lalu.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” ujarnya.
Ia pun menduga, korban meninggal dunia karena terdapat penyakit. Terlebih dirinya yang tinggal seorang diri di dalam gubuk.
Selanjutnya jenazah korban disimpan di ruang jenazah RSUD Kecamatan Mandau. “Apa bila tidak ada pihak keluarga yang menjemput korban dalam tiga hari, maka jenazah korban akan dimakamkan oleh pihak RSUD Mandau,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Mandau AKP Firman.(*)
Rb








Kolom Komentar post