
PEKANBARU – Jernang merupakan tumbuhan merambat sejenis rotan yang hanya ada di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh, Kabupaten Kuantan Singingi.
“Jernang ini lagi kita dikembangkan sekarang di Kuansing,” kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar di Ruang Riau Command Center (RCC) Menara Lancang Kuning Kantor Gubernur Riau, Rabu (10/3/2021).
Tidak tangung-tanggung, luas lahan untuk pengembangan Jernang yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut seluas 1.200 hektare yang mulai ditanam pada tahun 2019 lalu.
“Insyaallah 2 tahun lagi Jernang ini sudah bisa diproduksi,” ucapnya.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau, Maamun Murod mengatakan Jernang yang dikembangkan di Kuansing tersebut memiliki nilai jual yang tinggi sehingga akan membantu pertumbuhan ekonomi.
“Jernang itu kalau dijual satu kilonya Rp 4.800.000 yang sudah resinnya ya, dengan hanya diproses secara sederhana yang kemudian mengeluarkan resin,” terangnya.
Ia mencontohkan dengan lahan yang dikelola seluas 1.200 hektare tersebut akan memajukan perekonomian masyarakat dan tentunya akan meningkatkan pendapatan daerah.
“Kedepannya maka masyarakat kuansing akan hebat hebat dan sejahtera dengan dengan jernang karena memiliki nilai jual yang sangat tinggi,”pungkasnya. (MCR/sem)










Kolom Komentar post