
PEKANBARU – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Rina Delfia mengatakan bahwa dengan ditetapkan rencana pengembangan food estate di Provinsi Riau diharapkan menjadi kabar yang menggembirakan bagi pertanian di Provinsi Riau.
“Alhamdulillah dengan ditetapkannya Riau menjadi food estate mudahan menjadi sesuatu yang menggembirakan bagi kita semua,” katanya dalam rapat persiapan pelaksanaan pengembangan food estate berbasis koperasi petani di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun 2021 di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Rabu (10/3/2021).
Rina menuturkan, meskipun kondisi pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia secara umumnya, untuk pertanian di Riau ekspornya meningkat 13 persen.Â
Saat ini di Indragiri Hilir (Inhil) terdapat empat investor yang akan berinvestasi di komoditas talas Inhil. Sementara itu, ekspor talas di Provinsi Riau ini dalam satu bulan mencapai 125 ton.
“Itu semua dari talas Rohil,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, ada empat perusahaan akan investasi dan bekerja sama dengan pihak penerbangan Garuda Indonesia. Garuda Indonesia, ungkapnya, siap membuka jalur langsung ke Cina karena manggis akan panen di daerah Pelalawan.
Rina menyebutkan, untuk empat perusahaan yang akan berinvestasi di Rohil ini bersedia mengekspor produk dalam bentuk hilir yang selama ini ke Malaysia hanya dalam bentuk ubi, dan sekarang investor tersebut siap ekspor dalam bentuk produk hilir seperti bentuk lempeng, mie, tepung, dan lain lain.
Adapun saat ini tujuan ekspor talas Riau terdapat di tiga negara yaitu, Uni Emirat Arab, Cina dan Jepang yang telah dikomunikasikan langsung dengan para pembelinya.
“Insyaallah ini udah kita komunikasikan dengan buyernya. Kita berharap dengan food estate ini, Rohil bisa kita kita fasilitasi karena memang selama ini semua (talas) dari Rohil,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap dengan adanya pengembangan food estate di Riau akan meningkatkan ekspor pertanian di Riau dan ia menargetkan tahun ini ekspor pertanian di Riau mencapai 20%.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Riau (Gubri) l, Syamsuar merasa bangga dengan meningkatnya nilai ekspor pertanian di Riau sebesar 13 persen. Pihaknya berharap ekspor pertanian di Riau dapat terus meningkat dan bisa membantu memasarkan produk pertanian Riau.
Selain pertanian, bidang peternakan menurut Gubri juga perlu ditingkatkan, contohnya peternakan kambing karena kambing juga sangat dibutuhkan oleh negara lain misalnya Malaysia.
“Ini kesempatan baik bagi kita, banyak peluang kita untuk ekspor di Riau yang bisa meningkatkan ekonomi Riau,” tuturnya. (MCR/IP)









Kolom Komentar post