
PEKANBARU – Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy mengatakan bahwa upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau dua bulan lebih ini cukup baik dan tidak terlihat adanya asap.
Ia menerangkan, beberapa minggu lalu memang terlihat di Pekanbaru seperti asap. Namun setelah diverifikasi oleh BMKG, itu bukan asap tapi haze.
“Memang kalau kita keliling patroli dengan udara akan nampak bahwa asap tidak masuk ke Kota Pekanbaru tapi hanya di lokasi pemadaman,” katanya, dalam Rakor Forkopimda Kabupaten/Kota se Riau terkait pengendalian Karhutla di Provinsi Riau secara virtual, di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (8/3/2021).
Lebih lanjut ia menyebutkan, saat ini semua unsur berada pada masa mengemban tugas yang mulia agar masyarakat Riau terbebas dari asap Karhutla sebagaimana yang telah dilakukan tahun lalu dan ia ingin mengulang keberhasilan itu tahun 2021 ini.
Ia menyampaikan, berdasarkan pantauan Dasbor Lancang Kuning dari tanggal 1 sampai 6 Maret 2021 ada 3.155 hotspot, dari 3.155 hotspot tersebut setelah di verifikasi dan diidentifikasi di lokasi ditemukan 2.340 titik api.
“Titik api menggerombol di beberapa tempat, kami bisa mengidentifikasi lokasi kebakarannya di 202 lokasi Karhutla, yang mana luas lahannya cukup luas yang kita padamkan dari 202 lokasi ada 1.142 hektar, cukup luas di awal tahun ini,” ungkapnya.
Kapolda Riau menuturkan, pihaknya telah menyiapkan segala daya upaya yang dimiliki, baik yang dimiliki oleh pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, masyarakat desa, maupun perusahaan sehingga kemarin titik api nol di Riau.
“Hari ini muncul lagi di C9 satu titik yang perlu kita padamkan, artinya bahwa upaya kita dua bulan lebih ini sudah cukup baik kita tidak melihat adanya asap,” ujarnya.
Agung menyebutkan, upaya pemadaman ini tidak terlepas dari upaya kerja sama yang terus dikerjakan, dan tentu yang kemudian perlu diidentifikasi dan perlu dievaluasi beberapa hal untuk kebaikan kedepannya.
Ia mencontohkan, di Kabupaten Bengkalis terdapat titik api yang begitu banyak sebanyak 141 titik api di lokasi. Kebetulan Kapolda meninjau langsung kesana, ia melihat betapa parahnya dan betapa upaya yang dilakukan sepertinya sulit berhasil.
Namun ia berterima kasih kepada seluruh pihak seperti bupati, camat, lurah dan masyarakat semua yang ada disana dengan SDM yang ada, BPBD Riau mengirim timnya, TNI mengerahkan cukup banyak pasukannya, Polda Riau juga mengerahkan dari Polres, Polsek dan 70 personel dari Polda dan dibagi menjadi empat tim di sana untuk memadamkan dari empat sisi.
Meskipun dengan keterbatasan air, karena kerjasama tim penanganan Karhutla bisa melakukan pemadaman sampai ujung.
“Alhamdulillah selang cukup banyak, ini tidak terlepas dari pertolongan tuhan, tiga hari kita padamkan berturut-turut, sorenya hujan dan padam,” tuturnya. (MCR/IP)










Kolom Komentar post