MANDAU, RIAU24JAM.COM – Pemerintah Kelurahan Duri Barat menggelar acara pisah sambut lurah pada Rabu (8/4/2026) malam di halaman Kantor Lurah Duri Barat, Kecamatan Mandau. Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari kesinambungan pelayanan publik.
Pergantian jabatan tersebut merupakan tindak lanjut pelantikan pada 13 Maret 2026. Posisi Lurah Duri Barat beralih dari Tommy Adi Putra, S.STP., yang telah mengabdi selama tiga tahun, kepada Rahmawati, SH., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Mandau.
Sekretaris Camat Mandau, Rio Sentosa, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa rotasi jabatan harus dimaknai sebagai proses penguatan tata kelola pemerintahan, bukan sekadar pergantian figur.
“Kami mengapresiasi dedikasi Bapak Tommy Adi Putra yang telah membangun koordinasi dan sinergi di tingkat kelurahan. Itu menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pelayanan,” ujarnya.
Ia juga menyambut lurah baru dengan harapan mampu menjaga kesinambungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kepada Ibu Rahmawati, selamat datang dan selamat mengemban amanah. Kepemimpinan ke depan dituntut adaptif, responsif, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Rio mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak terjebak dalam membandingkan kepemimpinan.
“Pergantian adalah keniscayaan. Fokus kita harus pada pelayanan. Jika energi habis untuk membandingkan, kualitas pelayanan justru akan menurun,” katanya.
Dalam suasana penuh haru, Tommy Adi Putra menyampaikan perpisahan kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Saya sadar masih banyak kekurangan selama bertugas. Namun, saya merasakan begitu banyak kebaikan di lingkungan ini,” ujarnya.
Ia menilai Duri Barat bukan sekadar tempat bertugas, melainkan ruang sosial yang menghadirkan kehangatan layaknya keluarga.
“Yang berat itu bukan pindah tempatnya, tetapi meninggalkan orang-orang baik seperti Bapak dan Ibu sekalian,” ucapnya emosional.
Tommy juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama menjabat, sembari berharap silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga meski dirinya kini bertugas di tempat baru.
Sementara itu, Lurah Duri Barat yang baru, Rahmawati, mengawali sambutannya dengan ungkapan haru atas sambutan masyarakat, bahkan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
“Malam ini hati saya benar-benar tersentuh. Kehadiran Bapak/Ibu di tengah hujan adalah bentuk penerimaan yang sangat berarti bagi saya,” tuturnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk memimpin dengan pendekatan partisipatif dan terbuka.
“Saya datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar. Saya ingin menjadi lurah yang dekat, terbuka berdialog, dan mau mendengar,” ujarnya.
Rahmawati juga membuka ruang kritik sebagai bagian dari proses membangun bersama.
“Jika saya keliru, mohon ditegur dan diingatkan. Saya ingin tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan sendiri,” tegasnya.
Acara pisah sambut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa transisi kepemimpinan di Duri Barat berjalan dalam koridor kolaborasi, kesinambungan, dan komitmen menjaga kualitas pelayanan publik.**









Kolom Komentar post