BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Polres Bengkalis menegaskan sikap perang tanpa kompromi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyusul sejumlah pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan pengedar hingga bandar besar.
Kapolres menyatakan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang merusak sendi sosial, menghancurkan generasi muda, dan berpotensi melahirkan kejahatan lanjutan. Karena itu, Polres Bengkalis memastikan tidak ada toleransi terhadap pelaku, tanpa memandang latar belakang maupun peran dalam jaringan.
“Kami tegaskan, Polres Bengkalis tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba. Tidak ada kompromi. Baik pengedar kecil maupun bandar besar, semuanya kami tindak tegas sesuai hukum,” ujar AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kamis (26/2/2026) kepada Riau24jam.com.
Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak cukup dilakukan melalui penindakan semata. Polres Bengkalis juga melakukan pembenahan internal, penguatan pengawasan, serta membuka jalur komunikasi langsung dengan masyarakat guna memastikan setiap informasi ditindaklanjuti hingga tuntas.
“Penindakan harus dibarengi integritas internal. Kami benahi ke dalam dan menghantam ke luar. Setiap laporan masyarakat kami pastikan berjalan, tidak berhenti di tengah jalan,” tegasnya.
AKBP Fahrian mengungkapkan bahwa sebagian besar pengungkapan kasus narkoba berawal dari informasi masyarakat, yang kemudian dikembangkan melalui penyelidikan intensif hingga membongkar mata rantai jaringan.
“Banyak kasus besar terungkap karena keberanian masyarakat melapor. Itu sebabnya kami jamin perlindungan identitas pelapor. Laporan yang masuk pasti kami tindaklanjuti,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sasaran utama Polres Bengkalis bukan hanya pelaku lapangan, tetapi juga jaringan dan pemasok utama yang selama ini menjadi penggerak utama peredaran narkotika.
“Target kami jelas: memutus mata rantai. Bandar harus ditangkap, jaringan harus dibongkar, dan jalur distribusi harus dihentikan,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres Bengkalis menegaskan bahwa perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya kepolisian. Sinergi dengan masyarakat, media, dan seluruh elemen menjadi kunci keberhasilan.
“Narkoba adalah musuh bersama. Polres Bengkalis berdiri di garis depan, tapi dukungan masyarakat adalah kekuatan utama. Tanpa kompromi, tanpa tawar-menawar,” pungkasnya.
Dengan sikap tegas tersebut, Polres Bengkalis menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika yang kian kompleks dan terorganisir.
Rb/R24j









Kolom Komentar post