DURI, RIAU24JAM.COM – Dugaan maraknya praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Kecamatan Mandau hingga Bathin Solapan kembali memicu keresahan masyarakat. Aktivitas ilegal tersebut disebut-sebut menjadi penyebab munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, para pelaku diduga menggunakan kendaraan roda empat dalam jumlah banyak untuk mengantre secara bergantian di SPBU. Mereka disinyalir bekerja secara terorganisir sehingga aktivitas melansir solar dapat berlangsung tanpa terdeteksi warga maupun petugas.
Selain itu, muncul pula dugaan adanya oknum pengelola SPBU yang ikut bermain dalam praktik tersebut, sehingga distribusi solar subsidi menjadi tidak tepat sasaran dan masyarakat umum kesulitan memperoleh jatah BBM yang seharusnya menjadi hak mereka.
Menanggapi hal ini, Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan mengenai dugaan praktik mafia BBM di wilayah Mandau dan Bathin Solapan.
“Akan kami tindaklanjuti. Jika menemukan indikasi pelanggaran, silakan masyarakat melapor ke kantor polisi terdekat,” ujar AKBP Budi Setiawan, Jumat (21/11/2025) kepada awak media.
Ia menambahkan, laporan mengenai kemungkinan keterlibatan oknum pengelola SPBU juga akan diperdalam oleh jajarannya. Kapolres memastikan akan memerintahkan satuan terkait untuk melakukan penyelidikan berdasarkan bukti yang ada.
“Silakan laporkan dengan bukti yang dimiliki,” tegasnya.
Pantauan wartawan di lapangan turut menemukan beberapa lokasi yang diduga digunakan sebagai gudang penampungan solar hasil kegiatan melansir dari SPBU di wilayah Mandau hingga Bathin Solapan.
Praktik ilegal ini dikhawatirkan terus merugikan masyarakat dan berpotensi mengganggu stabilitas distribusi energi di daerah tersebut.***








Kolom Komentar post