MANDAU, RIAU24JAM.COM – Praktik budidaya tanaman atau pemeliharaan hewan ternak di dalam atau di sekitar wilayah perkotaan untuk memproduksi pangan secara lokal, atau yang disebut dengan Urban Farming, merupakan salah satu program yang sedang dijalankan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Mandau, Dewi Asdinar, S.Sos., M.Si.
Urban Farming yang dijalankan oleh PKK Kecamatan Mandau menggagas program recycling (daur ulang), yang mana, penggunaan sampah organik dan anorganik dimanfaatkan untuk keberlangsungan Urban Farming.
Berkaitan dengan hal tersebut, permasalahan terkait sampah, baik dari sisi pembuangan, hingga pengeleloannya, merupakan salah satu “Never Ending Story” yang ada di Kecamatan Mandau, sehingga hal ini menginisiasi Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., melakukan kolaborasi dengan TP-PKK Kecamatan Mandau, sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Dewi Asdinar mengatakan, Inovasi yang diberi nama “SATU MISI” (“SampahmU Tukar sayUr Mayur kamI diSIni”) diciptakan untuk memanfaatkan Urban Farming sebagai penukaran sampah (organik dan anorganik) oleh masyarakat dengan sayur mayur yang pada pencanangannya kali ini masih bersumber dari Urban Farming TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan Se-Kecamatan Mandau, dengan harapan nantinya program ini juga bisa menggaet Kelompok Wanita Tani (KWT), Dasawisma Kelurahan, ataupun CSR dari perusahaan yang ada di Kecamatan Mandau.
“Sampah yang dibawa oleh masyarakat ke kebun (Urban Farming) nantinya akan disortir lalu dipergunakan untuk keperluan Urban Farming, sebagai contoh, bekas botol minuman 1.5 Liter dapat dimanfaatkan sebagai pot bunga gantung, contoh lain, cangkang telur bisa dimanfaatkan sebagai bahan penetral pH tanah yang asam,” kata Dewi, Jumat (29/8/2025) sore.
Diutarakannya, sampah yang tidak bisa dipergunakan untuk keperluan Urban Farming, akan dijual ke Bank Sampah yang ada di Kecamatan Mandau, sisanya, akan dibuang ke TPS atau TPA terdekat bekerja sama dengan UPT Pengelolaan Sampah Kecamatan Mandau.
“Tujuan kami TP-PKK Kecamatan Mandau, secara resmi meluncurkan program “SATU MISI” dengan memanfaatkan Urban Farming ini ialah sebagai solusi inovatif untuk mewujudkan lingkungan hijau dan mandiri pangan di tengah keterbatasan lahan yang ada di Kecamatan Mandau,” tuturnya.
Ia menambahkan, program inovasi ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dengan tertib membuang sampah pada tempat-tempat (Bak) yang telah disediakan oleh Pemerintah Kecamatan Mandau, seperti yang ada di depan Pasar Raya Mandau, dan yang ada di depan Jalan Wonosobo (Sebanga), atau bisa juga dipilih dan disortir terlebih dahulu, lalu ditukarkan dengan sayur mayur melalui program “SATU MISI”.
“Melalui gerakan ini, TP-PKK Kecamatan Mandau turut berkontribusi pada pengurangan sampah di lingkungan sekitar, kami juga berharap, Program ini bisa dilaksanakan juga di tingkat Kelurahan, bahkan tingkat RT dan RW, dengan harapan program ini dapat mendukung ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi yang kian hari kian meningkat, sehingga program ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat,” harapnya.**








Kolom Komentar post