BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Komitmen mendukung Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia terus diwujudkan jajaran Polri melalui langkah konkret di sektor ketahanan pangan. Polsek Mandau bersama masyarakat dan kelompok tani mulai melakukan pengelolaan lahan untuk program Gerakan Penanaman Jagung seluas 1 juta hektare di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan pengelolaan lahan tersebut dilaksanakan di Jalan Sinar Langkat RT 06 RW 06, Desa Harapan Baru, dengan luas lahan mencapai dua hektare. Berdasarkan data lapangan, titik koordinat lokasi berada di posisi N 1,2923 dan E 101,3245.
Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, S.I.K., M.Si., bersama Bhabinkamtibmas Desa Harapan Baru Aiptu Trismon turut menjadi personel pendorong dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Program ini juga melibatkan masyarakat setempat dan Kelompok Tani Budi Makmur sebagai pengelola lahan.
Dalam proses pengolahan lahan, sejumlah peralatan pertanian digunakan untuk mempercepat pengerjaan, di antaranya multivator mini, cangkul, serta garpu tanah. Lahan yang saat ini masih dalam tahap penggemburan menggunakan alat traktor itu nantinya akan ditanami jagung pipil, dengan target penanaman diperkirakan dimulai pada pertengahan Maret 2026.
Kapolsek Mandau Kompol Primadona menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap agenda strategis nasional di bidang ketahanan pangan.
“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, desa, dan kelompok masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami ingin lahan-lahan produktif benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia menambahkan, Program Gerakan Penanaman Jagung 1 juta hektare menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian daerah sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tengah tantangan ekonomi global.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih produktif dan mandiri melalui sektor pertanian. Harapan kami, program ini mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Hingga kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Program tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung visi besar pembangunan nasional berbasis ketahanan pangan.**








Kolom Komentar post