DURI, RIAU24JAM.COM — Ibarat perut yang sakit, kepala yang diobat, ungkapan tersebut dinilai paling tepat menggambarkan pengerjaan pengaspalan hotmix di Jalan Ampera, tepat di perbatasan Kelurahan Duri Timur dan Kelurahan Babussalam.
Pengerjaan yang dilakukan pada malam hari di bawah naungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Bengkalis itu justru memicu keluhan masyarakat. Warga menilai pekerjaan tersebut tidak tepat sasaran karena jalan yang masih layak justru diaspal ulang, sementara ruas jalan yang rusak dan berlubang di sekitar lokasi dibiarkan tanpa perbaikan.
Ketua RW 08 Kelurahan Babussalam, Ridwan, mengaku kecewa lantaran tidak adanya koordinasi dari pihak rekanan sebelum pekerjaan dimulai.
“Ini sudah keliru dari awal. Kontraktornya tidak mau berkoordinasi sebelum bekerja. Jalan yang masih bagus malah diperbaiki, sementara yang rusak tidak diperhitungkan. Kalau begini, lebih baik tidak usah dikerjakan daripada menimbulkan kegaduhan,” ujar Ridwan saat meninjau langsung hasil pengaspalan, Senin (15/12/2025).
Ridwan menegaskan, sebelumnya ia telah mengingatkan pihak rekanan agar melakukan koordinasi terlebih dahulu demi menghindari kesalahan sasaran.
“Sudah saya wanti-wanti agar koordinasi sebelum pekerjaan dimulai. Ini jelas proyek pembangunan, tapi pelaksanaannya tidak tepat sasaran. Jujur, sangat disayangkan,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Duri Timur, Robby Leonardo. Ia menyebut sikap rekanan yang terkesan lepas tangan tidak bisa lagi ditoleransi.
“Ini sudah keterlaluan. Perut yang sakit, kepala yang diobat. Jalan di depan rumah kami rusak parah, tapi yang dilapisi justru jalan masuk yang kondisinya masih bagus,” tegas Robby.
Saat dikonfirmasi terpisah, Senin (15/12/2025), pihak rekanan pengerjaan hotmix, Hendri Along, menyatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan sepenuhnya mengacu pada arahan konsultan perencana.
“Kami hanya pekerja, mengikuti petunjuk konsultan. Konsultan sekarang konsultan tahun tinggi, tidak mungkin volume ditambah atau lokasi dipindahkan. Aspal juga sudah kami beli sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek Penunjukan Langsung (PL) tersebut dikerjakan dengan ketebalan aspal yang diperkirakan hanya sekitar 3 hingga 4 sentimeter. Ironisnya, hingga kini masyarakat mengaku tidak mengetahui secara pasti spesifikasi maupun besaran anggaran proyek tersebut, lantaran pihak rekanan tidak memasang papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan.**







Kolom Komentar post