DURI, RIAU24JAM.COM – Gabungan Organisasi Lembaga Dan Adat (GOLDA) menggelar rapat bersama dalam menyatukan visi dan misi kedepan terkait kerja sama dan Perda Kabupaten Bengkalis tentang 70% tenaga kerja lokal, Senin (30/6/2025) bertempat di Balai Adat Lamr Kecamatan Mandau, Duri.
Rapat bersama tersebut dihadiri Hulubalang Tameng Adat LAMR Mandau Handana, Hulubalang Tameng Adat LAMR Bathin Solapan Depi Rusdianto, Ketua RMRB Akel Fernando, SH., M.H, Ketua Laskar PKN Jefri, Ketua GAM RB Iwan Tailand dan Ketua ALAM Fredi Kincai beserta jajaran pengurus untuk membahas kerjasama dengan Perusahaan yang ada di wilayah kota Duri.
Rapat bersama berlangsung tertib, beberapa usulan dan masukan yang sampai, atas nama Gabungan Organisasi Lembaga Dan Adat sepakat akan memanggil seluruh pihak perusahaan yang ada di wilayah Duri sekitarnya.
Hulubalang Tameng Adat LAMR Mandau Handana menyebutkan selaku anak tempatan kita harus perjuangkan naker lokal dan kerjasama dengan Perusahaan-perusahan yang ada di wilayah kita kota Duri.
“Kita jangan hanya jadi penonton, perusahaan yang ada di wilayah Duri harus memperhatikan anak tempatan dan memberi kesempatan untuk bekerja serta kerjasama dalam segala hal,” ucapnya mengajak seluruh organisasi yang ada di Duri slalu kompak.
Senada, Hulubalang Tameng Adat LAMR Bathin Solapan Depi Rusdianto mengatakan, dengan ada rapat bersama ini mari kita bersatu padu untuk memperjuangkan hak-hak kita selaku anak tempatan.
“Kita harus menolak rekruitment naker melalui email karena dapat memberi kesempatan orang dari luar masuk di wilayah kita. Dan dibidang wirausaha kita tidak mau jadi penonton, karena kita mampu dan siap apa yang dibutuhkan oleh perusahaan,” katanya peluang-peluang yang ada di Perusahaan harus kita jemput bersama.
Ketua RMRB Akel Fernando juga menyampaikan, rapat ini diselenggarakan atas keprihatinan dengan kondisi masyarakat. Dimana saat ini perusahaan yang berdiri di tanah melayu Riau menjalankan usahanya, masih kurang memperdayakan tenaga kerja lokal.
“Kami sangat prihatin akan kondisi saat ini, atas masih kurangnya kesadaran perusahaan-perusahan akan perda tenaga kerja lokal. Kami berharap pimpinan perusahaan nantinya akan kami undang membahas hal ini, dan menyempatkan diri untuk hadir memenuhi undangan,” tukasnya.***









Kolom Komentar post