BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2023, Dandim 0303/Bengkalis diwakili Kasdim 0303/Bengkalis Mayor Arh Sudiyono hadiri pergelaran aksi Barongsai Bakti Luhur bertempat di Mako Koramil 01/Bengkalis, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (20/1) malam.
“Kodim 0303/Bengkalis turut bahagia dengan datangnya Imlek 2023 serta ingin mewarisi semangat Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid dalam menghapus diskriminasi etnis seperti halnya yang dialami masyarakat Tionghoa selama kurang lebih 30 tahun,” kata Kasdim.
Perayaan Imlek erat kaitannya dengan Gusdur. Tiap kali ada perayaan Imlek, nama Gusdur kerap disebut-sebut oleh kalangan warga Tionghoa.
“Sejak Gusdur menjabat sebagai presiden, ia segera menerbitkan Keputusan Presiden No 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Inpres No 14 Tahun 1967 tentang Agama Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina. Tentu ini menjadi oase baru bagi kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia,” tambahnya.
Ia pun bersyukur melihat warga Tionghoa saat ini sudah bebas menjalankan kehidupan layaknya warga Indonesia lainnya. Mulai dari menjalankan agama, adat istiadat, serta kebiasaannya.
“Masyarakat Tionghoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebinekaan Indonesia. Mereka bisa menjalankan kegiatan sehari-hari layaknya warga Indonesia lainnya, tidak ada diskriminasi dan pembedaan bagi mereka. Gusdur telah hadir menjadi perajut kebinekaan Indonesia,” ujar Kasdim.
Lebih lanjut, ia pun berpesan agar kebhinekaan bisa membuahkan rasa saling pengertian di antara sesama. Oleh karena itu, menurutnya, perlu ditambahkan semangat saling menguatkan dan dijadikan tanggung jawab bersama.
“Kebinekaan ini ibarat pasir dalam genggaman, ia akan utuh jika genggaman ini kuat, dan akan jatuh dan berserakan jika genggaman tangan ini menjadi renggang. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menguatkan dalam bingkai Persatuan Indonesia,” pungkas Kasdim Mayor Arh Sudiyono.**










Kolom Komentar post