PINGGIR, RIAU24JAM.COM – Lokasi galian tanah di Jalan Lingkar RT 01/RW 08 Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis menelan korban jiwa. Dua anak ditemukan tenggelam dibekas penggalian tanah tersebut, Sabtu (12/3) sekira pukul 21.14 WIB.
Korban diketahui bernama Angger Elfino (6) dan M. Brama Setiawan (4). Berawal pada Sabtu (12/3) sekira pukul 15.00 WIB, ibu dari Kedua bocah malang tersebut mencari anaknya karna tidak kunjung pulang kerumah.
Hingga sore sekira pukul 17.00 WIB, kedua orang tuanya tidak juga menemukan anak-anaknya. Dan kemudian mereka minta tolong kepada warga untuk membantu mencari anaknya.
Pada saat warga melakukan pencarian dan dibantu Babinkamtibmas Kelurahan Balai Raja AIPDA Yushendri sekira pukul 21.14 WIB anak-anak tersebut berhasil ditemukan.
Setelah dilakukan pencarian, Angger Elfino ditemukan mengapung di bekas penggalian tanah yang berada di Jalan Lingkar, Kelurahan Balai Raja. Kemudian warga langsung masuk kedalam air dan mengangkatnya. Dan ditempat yang sama M. Brama Setiawan juga ditemukan dalam posisi masih dalam keadaan tenggelam di air.
Pada saat M. Brama Setiawan diangkat dari dalam air, kondisinya masih bernafas dan langsung dilarikan warga ke RSUD Mandau. Sementara Angger Elfino dibawa kerumah orang tuanya. Namun pada saat dirumah, Angger diketahui masih ada detak jantungnya dan segera dilarikan ke RSUD Mandau.
Sesampainya di RSUD Mandau, Tim Medis mengatakan bahwa dua anak laki-laki Angger dan Brama sudah meninggal dunia.

Mendapat kabar itu, sekira pukul 21.30 WIB, Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika bersama Piket Pawas AKP Jurianto dan Piket Reskrim beserta Intelkam mendatangi TKP, kemudian lanjut melihat kondisi dua orang bocah laki-laki tersebut di RSUD Mandau.
Kompol Maitertika mengatakan, pada pukul 23.00 WIB pihak RSUD Mandau yang dipimpin dr Saleh Wahyudi melakukan visum terhadap kedua jenazah.
“Dari hasil visum kedua korban tenggelam tidak dijumpai kaku, tidak ada tanda-tanda trauma dan tidak ada patah tulang. Sementara penyebab kematian tidak dapat diketahui karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam,” jelasnya.
Kapolsek Pinggir menyarankan untuk dilakukan autopsi, tapi pihak keluarga menolak.
“Ya, Kita sudah menyarankan agar dilakukan autopsi kepada kedua korban, namun pihak keluarga menolaknya dengan membuat pernyataan,” pungkas Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika.
kemudian jenazah kedua korban dibawa pulang dengan menggunakan Ambulance RSUD Kecamatan Mandau.








Kolom Komentar post