
PEKANBARU – Harga kelapa sawit periode 24 Maret – 30 Maret 2021 di tahun 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur kelapa sawit. Kenaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun sebesar Rp 3,77/Kg atau mencapai 0,16 % dari harga minggu lalu.
Kepala dinas perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan, kenaikkan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.
“Untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami penurunan harga sebesar Rp 180,95/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 137,07/Kg, PT. Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 132,00/Kg,” katanya.
Sementara dari faktor eksternal, naiknya harga TBS minggu ini karena harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Negeri Jiran naik pada perdagangan perdana pekan ini, Senin (22/3/2021), setelah anjlok hampir 10% minggu lalu.
“Harga kontrak CPO pengiriman Juni yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 0,64% dibanding posisi penutupan akhir minggu lalu,” jelasnya.
Harga kontrak futures tersebut kini berada di RM 3.750/ton. Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Maret naik 6,8% menjadi 745.260 ton dari 697.794 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya.
“Hal tersebut mengacu pada data perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia,” sebutnya. (MC Riau/MS)









Kolom Komentar post