
PEKANBARU – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy menyampaikan masih terdapat wilayah blank spot broadband 4G di Provinsi Riau yang menjadi salah satu tantangan terhadap pengembangan transformasi digital di Riau.
“Masih terdapat kurang lebih 283 desa yang termasuk wilayah blank spot broadband 4G di Provinsi Riau,” katanya, saat jadi narasumber dalam webinar dengan tema ‘Kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi keamanan guna peningkatan investasi dan good government di Riau’, di Ruang RCC Menara Lancang Kuning, Jumat (19/03/21).
Menurutnya, keterbatasan terhadap layanan internet, akses internet yang beragam juga menjadi tantangan tersendiri. Ditambahkannya, kesulitan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang jauh dari kota sehingga sulit dalam menggunakan teknologi digital tersebut.
“Selain itu, masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi ini juga menjadi tantangan juga,” ujarnya.
Oleh karenanya, Masrul Kasmy menjelaskan dalam rangka mengatasi masih adanya wilayah terkategori blank spot broadband 4G di Riau. Pihaknya mengaku bahwa Pemprov Riau telah melakukan upaya perluasan wilayah cakupan jaringan telekomunikasi khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan desa yang berada di wilayah perbatasan provinsi dan negera.
“Telah berkoordinasi kepada Kementerian Kominfo melalui BAKTI, Telkom, Telkomsel agar porsi pembangunan infrastruktur telekomunikasi lebih dimaksimalkan,” tuturnya.
Melalui koordinasi tersebut, Pj Sekdaprov Riau ini berharap dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat mengatasi ketertinggalan masyarakat terkait teknologi digital.
“Sehingga dapat dilakukan percepatan pembangunan smart village, smart city dan smart province,” harapnya. (MCR/DW)









Kolom Komentar post