DUMAI, RIAU24JAM.COM – Tim 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UNRI) Kelurahan Mundam menggelar edukasi anemia serta pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan resusitasi jantung paru (RJP) bagi siswa SMP Negeri 20 Dumai, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitarnya.
Kepala SMPN 20 Dumai, Tatang Malana, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat literasi kesehatan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa FK UNRI. Materi mengenai anemia, pertolongan pertama, dan resusitasi jantung paru sangat relevan bagi siswa. Pengetahuan seperti ini tidak hanya bermanfaat untuk diri mereka sendiri, tetapi juga dapat membantu orang lain ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Tatang.
SMPN 20 Dumai merupakan salah satu lokasi sasaran program KKN FK UNRI di Kelurahan Mundam. Pada tahun ini, sekolah tersebut juga menjadi lokasi pelaksanaan bakti sosial Milad FK UNRI, sehingga berbagai program kesehatan dapat dijalankan secara terpadu dan saling memperkuat dampaknya bagi masyarakat.
Dalam sesi edukasi anemia, para siswa diajak memahami pengertian, penyebab, gejala, dampak, hingga langkah pencegahan anemia melalui metode interaktif berbasis diskusi mitos dan fakta. Edukasi ini juga menekankan pentingnya membedakan anemia dengan tekanan darah rendah, dua kondisi yang masih sering disalahpahami oleh masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan anemia pada remaja, khususnya remaja putri, tim KKN turut membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada peserta.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat anemia masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditemukan pada kelompok usia remaja. Jika tidak ditangani dengan baik, anemia dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas kesehatan pada masa mendatang.
Hasil evaluasi menunjukkan program edukasi yang diberikan berjalan efektif. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat signifikan, dari 78,44 sebelum edukasi menjadi 98,44 setelah kegiatan berlangsung. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini anemia.
Selain edukasi anemia, Tim KKN FK UNRI juga menggelar pelatihan P3K dan RJP melalui metode simulasi serta roleplay. Melalui pendekatan praktik langsung, siswa diperkenalkan pada langkah-langkah pertolongan awal yang dapat dilakukan saat menghadapi kondisi darurat sebelum bantuan tenaga kesehatan tiba.
Materi tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi Kelurahan Mundam yang merupakan kawasan pesisir dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Selain berisiko mengalami kecelakaan dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat juga berpotensi menghadapi kondisi kegawatdaruratan seperti cedera maupun insiden tenggelam di wilayah perairan.
Meski sebagian siswa telah mengenal konsep dasar pertolongan pertama, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat keterbatasan pemahaman terkait prosedur RJP yang benar. Setelah pelatihan diberikan, sebanyak 87 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai tindakan pertolongan darurat.
Ketua Tim 1 KKN FK UNRI Kelurahan Mundam, Fazli Adri Falah, menegaskan bahwa remaja memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekitarnya.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas, tetapi dapat menjadi bekal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Remaja adalah aset penting bangsa. Ketika mereka memahami cara menjaga kesehatan dan memiliki keterampilan dasar menghadapi situasi darurat, maka mereka dapat menjadi pelopor kesehatan bagi keluarga maupun masyarakat,” kata Fazli.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar kesehatan dan tangguh menghadapi berbagai risiko.
Melalui program ini, Tim 1 KKN FK UNRI Kelurahan Mundam berharap para siswa semakin memahami pentingnya pencegahan anemia, menerapkan pola hidup sehat, serta memiliki kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan awal secara tepat ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar. Dengan demikian, literasi kesehatan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi keterampilan hidup yang bermanfaat bagi masyarakat luas.**








Kolom Komentar post