Riau24jam.com – Kita adalah dua jiwa yang ditakdirkan bertemu, tetapi tidak untuk melangkah bersama. Pertemuan kita adalah hadiah dari semesta, meski kebersamaan bukan dari ceritanya.
Kau datang seperti hujan dimusim kemarau, singkat namun berarti. Aku tahu kau hadir bukan untuk tinggal, hanya untuk mengajarkan sesuatu yang indah.
Semesta mempertemukan kita untuk saling mengenal, tapi tidak untuk saling memiliki. Kita berjalan di jalan yang sama, namun akhirnya menuju arah yang berbeda.
Kau adalah mimpi yang kupegang erat, tapi hanya sebatas mimpi. Pertemuan ini terasa sempurna, meski akhirnya kita bukan milik satu sama lain.
Kisah kita adalah persinggahan yang tak pernah menjadi tujuan. Kau adalah keindahan yang tak bisa kugenggam selamanya.
Takdir menulis pertemuan kita, namun kebersamaan tak pernah menjadi bagian dari naskah itu. Aku bahagia pernah mengenalmu, meski aku tahu kita tak akan bersama.
Kita seperti dua garis lurus, bertemu di satu titik lalu kembali berpisah. Semesta tahu, kehadiran mu adalah pelajaran terindah yang pernah aku dapatkan.
Kau adalah bab yang tak pernah kulupa, meski bukan dari akhir cerita ku.
Hidup tidak dapat diprediksi dan kau tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya!?…
RL










Kolom Komentar post