Riau24jam.com – Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu, atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih, baik sebagai pegawai atau pekerja lepas. Kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha merintis dan membangun karier.
Ini kisahku, berawal di tahun 2018 aku mulai bekerja di sebuah perusahaan Oil and Gas. Perusahaan ini adalah perusahaan yang kedelapan aku jalani. Awalnya baik-baik saja, semua orang menerimaku dan mau mengajariku banyak hal. Terutama pimpinanku, beliau menurunkan banyak ilmunya padaku.
Yang awalnya aku hanya mahir disatu bidang, sampai akhirnya aku hampir menguasai segala bidang di perusahaan tempatku bekerja. Satu tahun pertama aku berhasil bertahan menangani segala kesulitan yang ada, tentunya semua ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan rekan kerjaku.
Pertengahan tahun 2019 Drama dimulai dari sini, di mana di sini aku mulai menemukan karakter-karakter tersembunyi di balik senyuman rekan-rekan kerjaku. Mulanya aku sangat senang memiliki banyak teman, karena aku sebelumnya mengerjakan semuanya. Aku diperlakukan dengan baik di sini. Setengah tahun berjalan aku mulai menemukan kejanggalan-kejanggalan di tempatku bekerja.
Dari hari ke hari aku diberi tugas yang banyak, sementara ada beberapa rekan kerjaku tugasnya hanya itu-itu saja. Tak jarang aku harus kerja lembur mengerjakan semua tugas agar selesai tepat waktu dan mencapai target.
Ada hari di mana aku melihat semuanya, rekan kerjaku yang tidak terlalu berbakat selalu jadi kesayangan. Hanya karena dia pintar mengadu. Ada juga yang dari awal masuk kerja sampai detik ini tidak pernah ada perkembangan, yang dikerjakan hanya seputar itu-itu saja, tidak pernah ditambah dengan tugas lain, dan diperlakukan istimewa hanya karena dia dekat dengan pimpinan.
Ada yang banyak melakukan kesalahan tapi dia juga selalu selamat dari ancaman hanya karena dia pintar menjilat. Aku bersyukur masih bisa bertahan meskipun aku tidak suka mengadu, tidak ada hubungan persahabatan dengan siapapun di kantorku, dan tidak juga menjadi seorang penjilat.
Aku terus berusaha bertahan di perusahaan semampuku hingga saatnya tiba aku meninggalkan perusahaan itu untuk memulai usaha mandiri. Dan kini, aku memulai bisnis sendiri. Sampai detik ini aku hanya perlu bertahan dan menjalani usaha ini dengan tabah dan ikhlas, hingga kelak usaha ini menjadi sukses.
Begitulah, setiap orang tentunya merasakan kecewa, sedih, marah saat orang terdekat mereka ternyata seorang penjilat. Sebab seorang penjilat seringkali melakukan beragam cara demi keuntungan pribadinya.
Sehebat apapun kamu pasti tak akan dianggap apa-apa. Namun saat kamu membuat satu kesalahan kecil saja maka itu akan menjadi besar untukmu. Yang namanya dunia kerja, kamu pasti akan menemukan hal tersebut. Apapun itu kerjanya.
Tidak dapat dipungkiri seorang penjilat biasanya tak tulus ingin berteman ataupun berhubungan dengan kalian karena ingin mendapatkan keuntungan semata.
Misalnya keuntungan mendapatkan pujian, mendapatkan ketenaran, kenaikan pangkat dan jabatan dan seterusnya. Dalam hal ini mereka biasanya cenderung memberikan pujian berlebihan ataupun menyombongkan diri.
Meski demikian, kamu jangan terlalu membenci para penjilat ini. Tetap berteman dengan mereka tapi jangan tunjukan kemampuan di depan mereka.








Kolom Komentar post