Riau24jam.com – Saya tidak mengerti kenapa teman saya Bresly mendadak menulis, “Saatnya Barbar”. Orientasi waktu saya memang agak kurang, beda dengan orientasi tentang uang, yang jelas nominalnya.
Yang saya tahu, Bresly bukan bagian dan/ atau bersentuhan dengan X.O strip bar atau Mongolia, yang dikenal memiliki sejarah panjang Barbar.
China yang menganggap bangsa-bangsa di utara (Mongol) sebagai Barbar. Karena kebanyakan mereka adalah orang yang nomaden, hidup secara tribal. Keseharian mereka adalah beternak, pengendara kuda, dan sering berperang diantara tribal-tribal itu.
Lalu apa hubungannya dengan Bresly. Kalau kaitannya dengan media, itu sudah biasa. Jika hubungannya dengan pembagian kue yang tidak merata, namanya juga manusia.
Jadi, apa yang sesungguhnya terjadi? Sebab hanya “para elit pengemis” yang mau bolak-balik ke Bengkalis.
Produk politik itu mudah dikenali hanya dengan dua kata; sakit hati dan kecewa.
Relawan, beda dengan sukarelawan. Lain lagi dengan (bekas) tim sukses. Fenomena barbar biasanya diawali dengan miskomunikasi dan ketersinggungan. Kanal aspirasi, dan jalur mulai tersumbat atau disumbat. Friksi antar ring, atau lapis.
Selebihnya bagi-bagi yang tak merata. Dominasi PL. Keadilan finansial bagi seluruh kelompoknya. Yang lain sewa.
“It’s bar-bar time. Go a head, Bro Bresly!”.
Rb








Kolom Komentar post