Riau24jam.com – Ini cuma buat bahan renungan aja. Tidak usah dimasukin ke hati Apalagi ke otak. Di sekitar kita, banyak orang yang pandai bicara.
Kadang kita salut pada apa yang dibicarakannya. Apalagi ditambah retorika, gaya ngomongnya. Wow luar biasa, makin salut lagi. Ya, itulah yang disebut “pandai bicara”.
Pandai bicara sama artinya dengan jago ngomong. Kita cuma khawatir lagi, kalo orang yang pandai bicara ternyata tidak pandai berbuat.
Ngomong dimana-mana, bilang harusnya gini, semestinya ini. Padahal, dia sendiri tidak pernah melakukannya. Buktikan yang diomongin sama persis dengan yang diperbuat.
Lihat saja, di sekitar kita berapa banyak masalah yang terlalu mudah diperdebatkan, Didiskusikan. Tiap ditanya dijawab. Hebat, pandai bicara banget. Seakan, semuanya beres dengan dibicarakan, diomongin.
Gak usah berdebat, gak usah pandai bicara. Seolah yang salah bisa jadi benar atau sebaliknya. Sudah jelas salah masih didiskusikan.
Nontonin orang-orang yang hanya pandai bicara. Lalu, kita berteriak ini benar dan itu salah. Saya benar kamu salah. Setelah itu apa? Kita biarkan berlalu, tanpa perbuatan. Kalo salah ya tangkap, kalo benar ya bebaskan. Gitu aja kok susah.
Pandai bicara itu bagus, jika diikuti dengan perbuatan. Apa yang diomongin harus sama dengan yang diperbuat.
Jangan jadi orang yang pandai bicara, tapi sedikit mendengar. Bicara menunjukkan kesalahan orang lain, tapi tidak bisa menyadari kesalahan diri sendiri. Salah dan benar, akhirnya cuma retorika. Ilmu dari mana kayak gitu?
Pandai bicara. Mahir dalam menangkis pertanyaan. Memang itu anugerah yang patut disyukuri. Tapi bukan jaminan adanya kebaikan, kebenaran, bahkan kejujuran.
Seperti kata hadits, “Yang paling aku takuti atas kamu sesudah aku tiada adalah orang munafik yang pandai bersilat lidah.” Mari kita renungkan.
Saya juga ngeri, jangan-jangan tulisan ini juga cuma pandai bicara. Merasa sok jago bertutur kata. Tapi setidaknya, saya sudah mengingatkan diri saya sendiri.
Sadar, Minimal sudah berbuat dengan menuliskannya. Agar tidak hanya pandai bicara. Karena, banyak orang yang hanya pandai berbicara tapi prakteknya nol besarrrrrrrrrrr.








Kolom Komentar post