
PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mengusulkan pembangunan food estate di tiga lokasi seperti di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), dan Kabupaten Pelalawan.
Namun Gubri menyebutkan, Menteri Pertanian (Mentan) RI) Syahrul Yasin Limpo meminta agar dari ketiga wilayah tersebut dipilih terlebih dahulu wilayah mana yang harus diprioritaskan.
Difokuskannya pada satu wilayah tersebut menurutnya agar satu lokasi jadi terlebih dahulu baru kemudian mengikuti yang lainnya, jangan sampai semua dikerjakan namun tidak ada yang selesai.
“Jadi menteri mengatakan kepada saya, pak gubernur dari tiga wilayah ini mana dulu yang kita prioritaskan. Jadi Rohil dulu kita coba,” katanya dalam rapat persiapan pelaksanaan pengembangan food estate berbasis koperasi petani di Kabupaten Rokan Hilir tahun 2021 di Ruang Rapat Kenanga, Rabu (10/3/2021).
Syamsuar menyebutkan, alasan kenapa memilih Rohil yang tepat dalam pengembangan food estate untuk sebagai prioritas, yaitu pertama lokasinya yang lumayan dekat dari Pekanbaru hanya memakan waktu tiga jam atau lebih.
Kemudian Gubri menuturkan, wilayah yang dicanangkan untuk pembangunan food estate di Rohil memiliki tanahnya tanah mineral sementara lokasi di Inhil banyak gambut sedangkan di Pelalawan harus menyebrang laut selama enam jam.
“Dari segi lokasi kita tahu, petani nya ada dan pergi kesana dekat tidak lagi pakai kapal, kalau Inhil nanti gambut semua takut kecewa Balitbang pas pengecekan besar cost-nya,” tuturnya.
Ia juga mengharapkan agar food estate di Rohil harus jadi dulu dan akan dijadikan contoh untuk pembangunan food estate lainnya yang akan dibangun juga di Inhil dan Pelalawan.
“Satu demi satu kita jadikan. Jadi pertimbangan saya Rohil agar barang ini jadi, petani sudah ada, permasalahan nya cuma irigasi. Rohil kita jadikan dulu,” ungkapnya.
Gubri menambahkan, karena Rohil tidak sulit dijangkau wilayahnya maka apabila staf kelapangan tidak ada yang sulit karena memang harus survey dulu sesuai peta agar tidak ada masalah di wilayah perhutanan, tumpang tindih perusahaan, atau pemilik yang tidak setuju.
Ia tidak menginginkan nanti rencana pembangunannya sudah dikirim ke pusat tapi bermasalah dengan tanah dan lahan justru akan sangat memalukan nantinya.
Jadi Syamsuar menginstruksikan staffnya setelah rapat bersama ini untuk langsung turun ke Rohil sehingga tau persis bahwa tanah ini dari segi kawasan tidak ada masalah.
“Dipastikan tanah ini siap tanam padi dan lain lain, disamping itu baru hal lainnya yang dipersiapkan karena menurut saya yang paling penting izin lokasi dulu apa saja yang dibutuhkan lahan itu,” ungkapnya.
Selanjutnya, Gubri juga memintanya semua pihak, termasuk Balai Teknologi Pertanian juga ikut serta dalam meninjau lokasi beserta tim lainnya sehingga bisa memastikan lokasi ini tidak ada masalah walaupun ada masalah diminta untuk segera dilaporkan dan tim pusat segera meninjau ke lokasi rencana pembangunan food estate.
“Dari luas lahan nya berapa yang bisa ditanam, kemudian kalau ada yang gambut sampaikan juga bahwa memang ada gambut. Selanjutnya berulah berkaitan dengan apa saja yang cocok ditanam dengan tanah kondisi tanahnya, jadi baru kita sampaikan ke menteri,” tutupnya. (MCR/IP)










Kolom Komentar post