BENGKALIS, RIAU24JAM.COM — Jalan raya kembali menjadi panggung sunyi bagi kelalaian yang berbiaya mahal. Di ruas Jalan Lintas Bandar Laksamana–Pakning, tepatnya di Desa Parit 1, Api-Api, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 11.42 WIB, sebuah mobil dinas milik negara terguling dan terhempas ke kanal di luar badan jalan seakan mengingatkan bahwa kekuasaan tak pernah kebal terhadap hukum fisika.
Kendaraan tersebut merupakan mobil dinas jenis Toyota Fortuner berpelat merah BM 9 D yang diketahui digunakan oleh Wakil Ketua II DPRD Bengkalis, Hendrik Firnanda. Insiden itu melibatkan satu unit Toyota Innova berwarna hitam.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil dinas tersebut diduga melaju dalam kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali. Dalam sekejap, laju yang semestinya terukur berubah menjadi lintasan tanpa kendali hingga kendaraan terbalik dan masuk ke dalam kanal.
“Di dalam mobil itu ada dua orang, diduga Wakil Ketua DPRD dan sopirnya. Keduanya sudah dibawa ke Puskesmas Tenggayun,” ujar warga setempat.
Sumber tersebut menyebutkan, penumpang yang diduga Hendrik Firnanda mengalami luka memar di bagian pinggang belakang serta kesulitan menggerakkan kaki. Kondisinya kemudian dirujuk ke rumah sakit di Dumai untuk penanganan lebih lanjut.
“Supirnya tidak mengalami luka serius. Yang terluka penumpangnya, bagian pinggang dan kaki, kemungkinan terkilir,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bengkalis, Ipda Jones Frengki, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Namun, ia menyatakan pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Anggota masih di lapangan, nanti kami informasikan lebih lanjut,” ujarnya singkat.
Konfirmasi juga dilakukan kepada Sekretaris DPRD Bengkalis, Rafiardi Ikhsan. Namun, respons yang diberikan singkat dan tanpa elaborasi. “Iya,” jawabnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian belum merilis kronologi utuh, termasuk penyebab pasti kecelakaan serta pihak yang diduga menjadi pemicu apakah dari kendaraan Toyota Fortuner atau Toyota Innova. Seluruhnya masih dalam proses penyelidikan.
Namun satu hal mencuat tanpa perlu penjelasan panjang: ketika pelat merah kehilangan kendali, yang terguling bukan sekadar kendaraan, melainkan juga wibawa yang dibawanya.
(rb/r24j)









Kolom Komentar post