BENGKALIS, RIAU24JAM.COM — Di balik gemerlap lampu dan dentum musik yang kerap meninabobokan kesadaran, aparat kepolisian memilih hadir sebagai penyeimbang: dingin, terukur, namun menghantam tepat pada titik rawan. Minggu (29/3/2026) dini hari, ruang-ruang hiburan malam di Mandau tak lagi sepenuhnya milik euforia, ia berubah menjadi arena penertiban.
Jajaran Polsek Mandau bersama BKO Polres Bengkalis dan Tim Raga Polres Bengkalis menggelar Operasi Cipta Kondisi (KRYD) dengan menyasar dua tempat hiburan malam Celcius Karaoke di Jalan Hangtuah, Kelurahan Air Jamban, serta Brotherhood KTV di Jalan Lintas Duri–Dumai KM 08, Kecamatan Bathin Solapan.
Operasi yang dimulai sekitar pukul 01.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolsek Mandau, Kompol Primadona Caniago, S.I.K., M.Si. Dengan pendekatan sistematis, petugas melakukan pemeriksaan administrasi, penggeledahan, hingga tes urine terhadap pengunjung dan pengelola sebuah metode yang tak hanya mencari bukti, tetapi juga membongkar pola.
Hasilnya menguak sisi lain dari malam yang tampak biasa. Di Celcius Karaoke, dari 9 orang yang diperiksa (5 laki-laki dan 4 perempuan), 2 orang terindikasi positif amfetamin. Sementara di Brotherhood KTV, dari 22 orang yang menjalani pemeriksaan (12 laki-laki dan 10 perempuan), sebanyak 5 orang dinyatakan positif zat yang sama.
Total, tujuh individu terjaring dalam razia tersebut angka yang mungkin tampak kecil di atas kertas, namun menyimpan pesan besar tentang celah yang masih terbuka dalam pengawasan ruang hiburan.
Seluruh yang terindikasi positif langsung diamankan ke Polsek Mandau untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Unit Reskrim. Tak berhenti di situ, kepolisian juga akan memanggil pemilik serta pengelola kedua tempat hiburan tersebut guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kapolsek Mandau Kompol Primadona Caniago menjelaskan, razia ini bukan berdiri di ruang hampa, melainkan bagian dari rangkaian penegakan hukum yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penangkapan sebelumnya di KTV Brotherhood. Kami bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan dan tes urine terhadap pekerja dan pengunjung sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkotika di THM,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Bengkalis dan Polsek Mandau dalam mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya di wilayah dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi.
Tak hanya pemeriksaan acak, petugas juga melakukan pendataan terhadap seluruh pengunjung yang berada di lokasi saat razia berlangsung. Setiap indikasi pelanggaran, lanjutnya, akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Razia ini tidak hanya penindakan, tetapi juga edukasi. Kami ingin masyarakat menjauhi narkoba dan menciptakan lingkungan hiburan yang aman, sehat, serta bebas dari narkotika,” tegasnya.
Kompol Primadona Caniago juga mengingatkan para pengelola tempat hiburan malam agar tidak sekadar menjalankan usaha, tetapi turut memikul tanggung jawab moral dan hukum dalam menjaga lingkungannya dari infiltrasi narkotika.
Razia berlangsung aman dan kondusif di bawah pengawasan ketat aparat. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih nyaring dari sekadar laporan kegiatan bahwa di tengah gemerlap malam, negara tetap menyalakan lampu pengawas, mengawasi, menindak, dan memastikan ruang publik tidak jatuh ke dalam bayang-bayang zat yang merusak.
(rb/r24j)








Kolom Komentar post