Riau24jam.com – Manusia adalah makhluk sosial, yang saling membutuhkan antara manusia yang satu dengan manusia lainnya. Di dunia ini, tidak ada keberhasilan yang dicapai oleh seseorang kecuali adanya campur tangan atau peran orang lain di dalamnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya, “tidak di katakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia” (HR. abu Daud dan Tirmizi).
Cobalah sesekali kita berdiri di depan sebuah cermin, lalu coba kita bertanya kepada diri kita sendiri, “siapa-siapa saja yang pernah membantu kita, sehingga kita bisa seperti hari ini? Maka dengan seketika akan keluar nama-nama orang-orang yang pernah membantu kita selama ini, sehingga kita memperoleh pencapaian seperti yang dicapai hari ini.
Apapun posisi anda hari ini dan sebagai apapun anda hari ini, kita tidak pernah luput dari bantuan orang lain. Bahkan, pada posisi anda yang serba berkecukupan pun dengan penuh fasilitas yang ada, dipastikan kita masih memerlukan bantuan orang lain. Karena yakinlah sebagai makhluk sosial, tidak ada orang hidup sukses tanpa bantuan orang lain.
Sadar tidak sadar, mereka adalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Allah SWT untuk membantu sesama. Melalui uluran tangan merekalah, Allah SWT memberikan banyak kemudahan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya pada saat kita membutuhkan seperti disaat kita menuntut ilmu, pekerjaan, bisnis, karir, organisasi dan lain lain.
Sifat buruk yang dimiliki oleh manusia adalah mudah melupakan. Dan sejahat-jahatnya lupa adalah melupakan jasa baik orang dan perbuatan baik orang yang pernah diperbuat kepada kita. Seperti sebuah peribahasa yang sering kita dengarkan “jangan seperti kacang lupa dengan kulitnya”.
Dengan tidak melupakan jasa orang kepada kita sekecil apapun bantuan tersebut, itulah sebuah bukti rasa berterima kasih dan rasa syukur kita. Paling tidak, hal terkecil yang kita lakukan adalah dengan Bersilaturahim.
“memberi makan seekor anjing selama tiga hari, maka ia akan mengingat mu dalam tiga tahun, dan memberi manusia makan selama tiga tahun, maka ia akan menginggat kebaikanmu selama tiga hari saja”.
Anjing adalah binatang yang dikenal oleh manusia sebagai binatang yang najis, tetapi memiliki keistimewaan. Dimana seekor anjing akan sayang kepada majikannya melebihi sayangnya kepada anaknya dan ia tidak akan tidur semalaman demi menjaga majikannya.
Jika seekor anjing saja yang kita kenal sebagai bintang yang najis bisa setia dan tidak pernah akan lupa dengan jasa majikannya. Maka, kita sebagai manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT memiliki kelebihan dari segala apa yang Allah ciptakan didunia ini, harusnya lebih baik lagi dari seekor binatang dalam hal mengenang atau mengingat jasa orang-orang yang pernah ada pada dirinya dan tidak akan mudah untuk melupakannya.
Dari urain cerita diatas tersebut, tidak lain adalah, agar kita senantiasa tidak mudah untuk melupakan sesuatu yang pernah kita terima dari orang lain dalam bentuk apapun. Jangan sampai kita manusia yang memiliki kesempurnaan harus kalah dengan seekor anjing untuk sebuah perbuatan saling menghargai jasa orang lain terhadap kita.
Sebab semakin sering kita menginggat jasa orang lain dan menghargai jasa tersebut, Allah SWT akan membalas dengan nikmat dan karunia-Nya yang lebih besar lagi. Sebaliknya orang yang dengan gampang melupakan jasa orang lain, maka ia juga akan mudah dilupakan oleh orang bahkan alam juga ikut melupakannya dan hal tersebut sangat dibenci oleh Allah SWT.
Orang-orang yang pernah hadir membantu didalam perjalanan kehidupan kita, satu kalimat yang harus digaris bawahi, “jangan pernah lupakan mereka“. Bukan karena mereka tetapi untuk diri kita sendiri agar kita lebih tahu diri, tahu berterima kasih dan tahu berbagi.
Semoga bermanfaat.








Kolom Komentar post